(0331) 337877 cs.agromedis@gmail.com

AGROMEDIS – Penyakit tropis yang terabaikan atau Neglected Tropical Diseases (NTD) merupakan kelompok penyakit tropis yang menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Dikutip dari laman WHO, NTD dapat mempengaruhi kehidupan sosial dan ekonomi yang berlangsung bagi individu dan masyarakat. Orang-orang yang terkena dampak disabilitas dan gangguan yang disebabkan oleh NTD sering mengalami stigma dalam komunitas mereka, menghambat akses mereka ke perawatan yang diperlukan, dan mengarah ke isolasi sosial.

Untuk itu, WHO mengusulkan road map yang berisi target ambisius dan pendekatan inovatif untuk mengatasi 20 penyakit yang mempengaruhi lebih dari satu miliar, terutama orang miskin dan yang berkembang di daerah di mana akses ke layanan kesehatan berkualitas, air bersih dan sanitasi langka. Berjudul “Mengakhiri Pengabaian Untuk Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan: Peta Jalan Untuk Penyakit Tropis yang Terabaikan 2021-2030” road map ini bertujuan untuk mempercepat tindakan terprogram dan memperbarui momentum. Dengan mengusulkan tindakan konkret yang berfokus pada platform terintegrasi untuk pengiriman intervensi, dan dengan demikian meningkatkan biaya program-efektivitas dan cakupan. Hal itu disahkan oleh Majelis Kesehatan Dunia (WHA 73(33)) pada November 2020.

Target WHO pada 2030 adalah sebagai berikut.

  1. Mengurangi 90% jumlah orang yang membutuhkan perawatan untuk NTD
  2. Setidaknya 100 negara telah menghilangkan setidaknya satu NTD
  3. Membasmi dua penyakit (dracunculiasis dan yaws)
  4. Mengurangi sebesar 75% “tahun kehidupan yang disesuaikan dengan disabilitas” (DALYs) yang terkait dengan NTD.

Selain itu, road map ini juga menargetkan pengurangan lebih dari 75% untuk jumlah kematian dari NTD yang ditularkan vektor seperti demam berdarah, leishmaniasis dan lainnya. Lalu, mempromosikan akses penuh ke pasokan air dasar, sanitasi dan kebersihan di daerah endemik untuk NTD dan mencapai peningkatan yang lebih besar dalam mengumpulkan dan melaporkan data NTD yang terpisah oleh gender.***